Senin, 13 Juni 2016

Antara Cinta dan Sahabat

Pada suatu hari, ada seorang sahabatku yang bercerita tentang orang yang di sukainya. Ia berkata kepadaku," Hei, sebenarnya aku mempunyai seseorang yang ku sukai". Lalu aku bertanya, "siapa?". Setelah itu, ia menceritakan segalanya kenapa dia menyukainya, apa yang membuatnya suka, dan siapa orang yang dia suka. Pada saat itu aku memang di pojok-pojokkan dengan seseorang yang disukai sahabatku.. ya biasalah anak kecil.

Pada saat rekreasi di suatu tempat, aku merasakan ada rasa kepada seseorang yang disukai sahabatku, tetapi pada saat itu aku bertanya kepadanya dan ia menjawab ia sudah tidak menyukainya lagi. Dia (yang aku sukai) terlihat memancarkan karismanya dan begitu sempurna. Sebenarnya mula-mula aku ragu, tapi bagaimana lagi kalau namanya ada rasa ya.. begitu.

Pada saat pulang dari rekreasi di bis aku bercerita kepada seorang sahabatku tersebut bahwa aku mulai merasakan adanya rasa terhadap dia. Waktu itu, sahabatku hanya terdiam, aku kira sahabtku sudah tidak menyukainya lagi. Ternyata pada saat di sekolah dia bicara kepadaku bahwa dia masih menyukainya. Mulai saat itu, aku dan sahabatku menyukainya seseorang yang sama. Suatu hari aku berfikir, apa aku masih yakin mau menyukai seseorang yang sama dengan sahabatku sendiri.

Sejak itu, aku mulai mundur perlahan. Membiarkan sahabatku mendekatinya walau dalam hati masih memiliki rasa tersendiri, tapi demi persahabatan tetap terjalin aku melakukannya. Menurutku, lebih baik memilih sahabat daripada cinta, Karena cinta dapat sirna tapi persahabtan tidak. Ok..

0 komentar:

Posting Komentar